Mutiara kehidupan adalah keluarga. Setiap orang dilahirkan dan dibentuk dalam sebuah keluarga. Entah ia memang dilahirkan sebagai yatim dan atau piatu, tetapi pasti saat dalam pengasuhan ia tetap memiliki sebuah keluarga, mungkin Panti Asuhan, mungkin orangtua angkat, dsb. Keluarga bisa diartikan saat dalam sebuah komunitas kita tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang utuh dan menjadi berkat bagi orang lain. Keluarga tidak selalu terdiri dari ayah, ibu dan anak tetapi lebih dari sekedar hubungan orangtua dan anak. Keluarga adalah tempat persemaian benih cinta.
Tak ada seorang pun yang bisa meminta untuk dilahirkan dalam sebuah keluarga sebagaimana yang diinginkannya. Dengan demikian, Tuhan mau mengajarkan kepada kita bahwa hidup penuh cinta berarti menerima sebagaimana adanya dengan kondisi orang-orang di sekitar kita apa adanya, dengan sifat dan keadaannya, dengan pengasuhan dan peristiwa hidup, dengan cinta dan juga ketulusan.
Kisah dalam buku hidup saya, berawal dari sebuah keluarga yang mengajarkan saya tentang apa artinya berbagi. Berbagi dengan saudara sekandung, berbagi dengan saudara sedarah, berbagi dengan orang yang dikenal hingga berbagi dengan orang yang dibuang, dibenci dan tak dikenal. Secara sederhana, keluarga saya menumbuhkan pengalaman iman lewat berbagai peristiwa hidup yang saya alami dalam kecintaan saya dengan Tuhan. Mereka tak pernah memaksakan pengetahuan agama pada saya dan kedua adik saya tetapi lewat peristiwa hidup, kami tumbuh untuk mempercayai spiritualitas dalam hidup, dalam Tuhan yang kami imani. Banyak lagi pengalaman berharga lainnnya yang terukir manis dan juga pahit sepanjang hidup menjadi seorang anak, seorang kakak, seorang remaja, seorang pelajar, seorang mahasiswa, seorang yang jatuh cinta, seorang pekerja hingga menjadi seorang manusia yang utuh dan dewasa sampai saat ini.
Tiada yang paling indah di dunia ini, selain saya menyadari bahwa saya dicintai oleh keluarga. Saat saya tak punya pilihan dan tak berharga, keluarga adalah komunitas yang mengakui eksistensi hidup saya. Keluarga mengajarkan saya untuk tak mudah menyerah terhadap keadaan yang terjadi karena keadaan adalah kondisi yang tercipta, sementara Iman, Cinta dan Harapan adalah yang menguatkan hati untuk tetap hidup meski keadaan sejatinya tak tertolong. Kekuatan cinta memang tiada taranya, yang memampukan setiap bahasa di dunia ini menjadi indah didengar. Kekuatan cinta memampukan saya untuk merasakan makna sebuah keluarga.
Oleh karena itu, saya hadir dan berharap berbagi tentang pengalaman hidup dalam sebuah keluarga, entah itu keluarga saya sendiri, teman dekat saya, orang yang baru saya jumpai, kelompok saya, komunitas minat saya, dsb. Yang jelas, apa yang tertulis bukan teoritis tetapi sekedar praktis, agar setiap orang menyadari pentingnya mutiara kehidupan, yakni keluarga.
Buku hidup setiap orang selalu berawal dari sebuah keluarga.








2 komentar:
:))
koment2 dewe ae... ahihihiiiii....
Posting Komentar